Halo, salam hangat para pembaca ProVisi dimanapun kini anda berada. Ucap syukur kita panjatkan kepada Sang Khalik karena kita masih bisa mengela nafas dan bersua lagi. Kita tahu bahwa dunia ini sudah semakin berumur dan serasa semakin sempit saja ukurannya. Sejenak kita beromansa, merekonstruksi waktu yang telah berjalan tentang perkembangan dunia kita ini. Perkembangan dunia telah memunculkan begitu banyak individu-individu dengan otak yang sangat brillian hinggga mampu mengubah bergulirnya perkembangan dunia melalui ilmu pengetahuan dan memiliki pengaruh besar dengan visi-visi kehidupan yang bisa kita katakan sangat jauh kedepan, dengan berbagai tipikal pencapaiannya
Sebut saja Ibnu Sina, seorang filsuf dan cendikia muslim penemu pertama ilmu kedokteran yang sampai sekarang ini masih kita gunakan dalam hal dunia kedokteran dan telah dimanfaatkan oleh dunia sampai keturunan generasi-generasi berikutnya. Menyebrang ke benua Eropa, kita mengenal seorang Socrates, filsuf yunani dengan pemikiran-pemikiran yang bijak nan bisa bermetamorfosa dalam kehidupan manusia sampai sekarang, ataupun Nebukadnezar raja babylon yang makmur dan menjadi pusat kebudayaan termasyur di pada jamanya.
Beranjak ke jaman modern dunia mulai memunculkan tokoh-tokoh yang berpengaruh dengan imajinasi, terawangan-terawangan elegan, maupun penemuan-penemuan revolusioner dan sangat mempengaruhi perkembangan dunia baik dalam aspek sosial, ideologi maupun cultural. Sigmun freud, Albert camus, Thomas alfa Edison, Wright brothers, Albert Einstein, Bill Gates sampai Larry Page dan Sergey Brin “The Google Guys” penemu web machine Google adalah beberapa individu yang mampu mengubah dunia menjadi semakin berwarna sampai seperti sekarang ini.
Perlahan namun pasti, perkembangan dunia membawa pengaruh yang sangat besar sekali, baik itu dalam pembentukan karakter sosial masyarakat dunia, maupun pola perkembangan individu-individu. Banyak sekali implikasi yang muncul dari perkembangan dunia, abad demi abad berlalu, baik yang positif maupun yang negatif. Hal tersebut sangatlah manusiawi dan lazim adanya dan dapat kita jadikan sebagai suatu pembelajaran yang baik.
Beberapa tokoh yang saya sebutkan di atas adalah beberapa cerminan betapa manusia ini diberikan anugerah yang sempurna dari Sang Pencipta dengan otak dan kemampuan untuk berfikir atau melakukan tindakan dengan berfikir. Namun semuanya dikembalikan kepada individu masing-masing, maukah mereka memakksimalkan anugerah yang dimiliki atau hanya dengan mensukuri keberadaanya saja.
Karakter manusia di muka bumi ini sangatlah majemuk, dari berbagai versi para ahli tentang tipe karakter manusia yang saya ketahui, karakter manusia dapat kita indentifikasi secara sederhana menjadi empat tipe karakter, antara lain: yang pertama adalah Guardian. Manusia tipe guardian adalah seorang teman yang baik. Ia juga jenis orang yang selalu mencari dan memberikan rasa aman. Mereka sering mengikuti organisasi yang sifatnya melindungi baik secara materil maupun imateril. Mereka mampu mengendalikan diri dengan baik. Mereka cocok dengan jenis pekerjaan yang berhubungan dengan kemanusiaan. Guardian juga jenis orang yang pesimis memandang masa depan dan seringkali terpengaruh dengan masa lalu.
Karakter manusia yang kedua adalah Artisan. Seorang artisan mampu berkomunikasi dengan baik, mereka anggun dalam bersikap dan berani mencoba. Mereka juga cenderung sensasional dan spontan. Artisan juga senang menghadiri pesta dan selalu optimis memandang masa depan. Sebagai seorang teman, mereka menyenangkan.
Tipe yang ketiga adalah Idealis. Orang idealis mempunyai insting untuk mempersatukan orang-orang di sekitarnya. Sehingga mereka seringkali menjadi pemimpin di lingkungannya. Ia juga jenis yang sangat menjunjung tinggi etika dan moral. Ia juga orang yang sangat percaya kepada instuisinya. Idealis memiliki cita-cita besar dan percaya bahwa ia mampu meraihnya. Ia juga pandai berdiplomasi. Tetapi sering kali berbicara dengan interpretasinya sendiri.
Karakter manusia yang terakhir adalah Rasional. Orang rasional adalah orang yang selalu membutuhkan ilmu pengetahuan. Mereka lebih senang membicarakan masa sekarang daripada masa depan atau masa lalu. Mereka juga jenis orang yang berkemauan kuat. Orang rasional sangat ahli dalam hal analisis strategi, hingga ia cocok untuk memimpin, merencanakan dan mengatur sebuah aksi. Mereka juga jenis orang yang mampu memahami pikiran pasangan.
Dan bila kita telisik lebih dalam lagi, karakter manusia dapat kita golongkan menjadi dua tipe dari sudut pandang pekerjaan apapun jenisnya, yaitu tipe Pemikir dan tipe Pekerja. Nah dalam kaitannya dengan membangun sebuah masyarakat, sebuah bangsa maupun dunia, idealnya sangat perlu sekali kita memiliki sosok pemikir atau “Think Tank” dengan kriteria Peka, Smart, Bijak, Jujur, Kapabel dan Sadar Ruang.
Membangun sesuatu yang perlu kita pikirkan adalah fokus utama dari tujuan dari pembangunan itu sendiri, yaitu khalayak atau masyarakat. Sejauh mana suatu pembangunan memenuhi kaidah-kaidah pokok kebutuhan fundamental manusia serta dapat menunjang kelangsungan hidup manusia, bukan malah sebaliknya. Fungsi seorang “Think tank” dalam hal ini sangat diperlukan untuk memikirkan, menimbang, merencanakan dan memutuskan metode, program maupun formula terbaik pembangunan yang tentunya pembangunan berkelanjutan.
Bangsa kita Indonesia adalah bangsa archipelago yang besar dan sangat kaya keragaman manusia. Para Founding Father bangsa kita, seperti Dr. Sutomo, Ki Hajar Dewantara, Soekarno, Hatta serta pahlawan lainya adalah sosok-sosok para “Think Tank” yang visioner dan harus kita teladani, pemikiran dan perjuangan hati nurani mereka dalam membangun negeri seribu warna budaya dan manusia menuju aufklarung. Negeri ini butuh “Think Tank-Think Tank” masa kini sesai bidang dan kemampuanya, untuk meretas kejayaan bangsa Indonesia yang lebih baik. Apakah “Think Tank” itu anda?
@Penulis adalah Redaktur Pelaksana Majalah ProVisi
www.provisi.probolinggo.go.id